Bahasa Kasih 12 Feb 2018 : Yogyakarta

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 12 Februari 2018

Yak 1:1-11
Mzm 119:67-68,71-72,75-76
Mrk 8:11-13

Yogyakarta

Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang.. – Yak 1:6

Tak heran jika Yogyakarta disebut sebagai Daerah Istimewa, karena memang banyak keistimewaan yang bisa ditemukan di sini. Bukan hanya terkenal sebagai kota pelajar, tetapi juga tempat wisata alam yang menarik. Termasuk wisata kuliner juga.

Penduduk yang ramah membuat saya selalu merasa betah jika berkunjung. Tapi yang paling menarik bagi saya adalah wisata rohani yang banyak terdapat di sini. Entah kenapa selalu ada yang membuat rindu akan kota yang satu ini. Seperti bebarapa waktu lalu, rasa rindu yang begitu kuat muncul dan untuk menguranginya, sayapun meng-upload foto-foto kota Yogya di media sosial sambil berdoa dalam hati agar diberi kesempatan untuk kembali ke kota itu.

Puji Tuhan kalau pada bulan Oktober lalu saya memang harus ke Yogya karena ada urusan yang harus diselesaikan. Saya bersyukur karena bisa meluangkan waktu untuk menikmati kota tersebut. Namun sayang, saya hanya bisa tinggal beberapa hari saja.

Yang mengejutkan, saya mendapat kabar dari kantor bahwa saya mendapat bonus untuk ikut tur ke Yogya pada akhir tahun. Begitu luar biasanya kemurahan hati Tuhan yang saya rasakan.

Teman, belajarlah untuk tetap beriman kepada Tuhan dalam segala situasi. Hendaklah iman kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh gelombang dan badai hidup yang kita alami. Belajarlah tetap beriman sekalipun doa-doa kita belum terjawab. Percayalah, Tuhan memberi apa yang kita minta indah pada waktunya. (Ar)

Apakah saya tetap beriman kepada Tuhan sekalipun dalam masa sulit?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top