Bahasa Kasih 12 Nov 2017: Berjaga-jaga

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 12 November 2017

Keb 6:13-17
Mzm 63:2-8
1Tes 4:13-18
Mat 25:1-13

Berjaga-jaga

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saat-Nya. – Mat 25:13

Perikop hari ini adalah perumpamaan tentang Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya gadis bodoh, dan lima lainnya bijaksana. Gadis yang bijaksana membawa persediaan minyak, sedangkan yang bodoh tidak, sehingga pada waktu pelita mereka padam, mereka harus pergi membeli minyak. Bersamaan itu, mempelai laki-laki datang sehingga kelima gadis bodoh tidak dapat bertemu karena pintu sudah ditutup. Mereka tidak diperbolehkan masuk ke ruang pertemuan.

Sama halnya dengan hidup kita dimana sewaktu-waktu kita bisa saja dipanggil kembali untuk menghadap Allah Sang Pencipta. Tapi, apakah kita selalu siap menyambut kedatangan Tuhan yang menjemput kita dan meninggalkan dunia yang kita cintai ini?

Semua hal yang kita upayakan untuk kesejahteraan hidup kita di dunia akan hilang begitu saja di saat kita harus kembali kepada Tuhan. Oleh karena itu, marilah kita bersikap seperti lima gadis bijaksana yang mempersiapkan persediaan minyak agar pelitanya tetap menyala, sampai mempelai laki-laki datang dan dapat menyambutnya dengan penuh sukacita.

Selalulah hidup kudus untuk Tuhan dalam segala hal, setiap saat. Itulah bentuk persiapan kita menyambut kedatangan Sang Mempelai. (In)

Tuhan, mampukan saya untuk terus berjaga-jaga menyambut kedatangan-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top