Bahasa Kasih 4 Jan 2018: Ketaatan sebagai anak Allah

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 04 Januari 2017

1Yoh 3:7-10
Mzm 98:1,7-9
Yoh 1:36-42

Ketaatan sebagai anak Allah

Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya. – 1Yoh 3:10

Saat dibaptis, dosa kita dihapus dan kita menjadi ciptaan baru. Seiring berjalannya waktu, godaan-godaan tetap muncul dan kita seringkali menjadi lemah sehingga jatuh ke dalam “kubangan” yang sama. Hal ini menyedihkan Tuhan.

Hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa Ia telah mengambil semua kelemahan dan dosa kita. Ia telah menebusnya dengan penderitaan hingga wafat di salib. Pada hari keempat tahun yang baru ini, Ia mengingatkan bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Sebagai anak, hendaknya kita:

· Membiarkan diri dipimpin Roh Kudus. Banyak persoalan dalam hidup dapat diatasi dengan mengikuti pimpinan Roh Kudus. Caranya dengan belajar peka akan bimbingan-Nya melalui ketekunan dalam berdoa, membaca firman, menyambut Ekaristi, dan mengaku dosa secara teratur.

.Melakukan apa yang benar. Contoh: bekerja dengan rajin dan jujur, tidak korupsi waktu di kantor dengan bermain game, chatting, atau menonton youtube.

.Melakukan perbuatan kasih. Godaan terbesar kita adalah rasa malas. Kita sering tergoda untuk memanjakan diri dengan bermalas-malasan. Ingat, kita tidak punya banyak waktu. Iblis seperti singa yang mengaum dan siap menerkam. Kita harusm menjadi teladan dalam melakukan banyak perbuatan cinta kasih. Mulailah dari hal-hal kecil.

Sebagai anak, kita harus menunjukkan iman yang dalam dengan setia mengikuti Putra, bersedia dibimbing oleh Roh, dan rela menderita demi ketaatan kepada Bapa. (Yo)

Ketaatan seperti apa yang dapat saya lakukan demi cinta kepada Allah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top