Bahasa Kasih 7 Feb 2018: Makanan bagi jiwa

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 07 Februari 2018

1Raj 10:1-10
Mzm 37:5-6,30-31,38-40
Mrk 7:14-23

Makanan bagi jiwa

Apapun dari luar yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskan dia! Tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya! – Mrk 7:15

Injil hari ini berbicara tentang makanan. Kita pasti merasa aman jika punya persediaan makanan yang cukup atau punya cukup uang untuk membeli makanan. Jika kita berpuasa, kita juga tidak khawatir karena kita tahu di lemari makan masih ada makanan saat berbuka nanti. Makanan jasmani memang dapat mengenyangkan, namum sayangnya tidak dapat membawa jiwa ke surga.

Kita juga membutuhkan makanan rohani. Dengan menyantap makanan rohani yang cukup, maka tidak akan timbul segala pikiran jahat, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kekebalan dari dalam diri kita (Matius 7:21-22).

Cara memberi makan jiwa kita adalah dengan:

1. Membaca firman Tuhan setiap hari. Ketika kita membaca Kitab Suci, Roh Kudus memberi pertumbuhan iman agar kita semakin serupa dengan Tuhan. Firman-Nya mengubah cara kita berpikir dan bertindak.

2. Membaca buku-buku rohani. Bacaan yang baik mendorong kita untuk semakin dapat menyerahkan hidup kita secara penuh kepada Tuhan. Kita belajar untuk mengolah pengalaman yang tidak menyenangkan menjadi hal positif sehingga kita tetap bersemangat menjalani hidup.

3. Aktif dalam pendalaman iman lingkungan/wilayah. Sering ada sharing dalam pertemuan rohani semacam itu, dan kita dapat belajar dari pengalaman orang lain.

Dengan memberi porsi makan yang cukup untuk kebutuhan rohani kita, maka hidup kita menjadi seimbang. Kita semakin mantap untuk menyambut masa Prapaskah. (Yo)

Apakah saya sudah memberi makanan yang cukup untuk jiwa saya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top