Bahasa Kasih 9 Nov 2017: Rumah Tuhan

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 09 November 2017

Yeh 47:1-2,8-9,12
Mzm 46:2-3,5-6,8-9
1Kor 3:9b-11,16-17
Yoh 2:13-22

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

Rumah Tuhan

Ambilah semua ini dari sini, jangan kamu membuat rumah BapaKu menjadi tempat berjualan!
– Yoh 2:16

Ketika membaca bacaan Injil hari ini, saya teringat pekerjaan saya sepuluh tahun lalu. Saya bekerja di sebuah perusahaan travel yang banyak mengurus perjalanan wisata rohani. Karena pimpinan saya yang murah hati, saya sering diminta pergi mendampingi peserta. Setiap kali perjalanan, kami juga membawa seorang imam sebagai pendamping rohani.
Yang menarik yang selalu terjadi adalah bagian berfoto. Zaman itu kamera HP belum secanggih sekarang, jadi masing-masing membawa kamera dan sibuk mengabadikan diri mereka. Jelas para peserta tidak melakukan perjalanan seperti itu sesering kami sebagai pemandu wisata. Karena itu, saya selalu berusaha mengajak mereka meluangkan waktu untuk berdoa di gereja-gereja yang kami kunjungi sebelum mereka sibuk berfoto-ria.

Banyak orang memandang gereja hanya sebagai bangunan. Karena terlalu bersemangat untuk menjadikan gereja terlihat indah, sehingga kita lupa bahwa fungsi dasarnya, gereja adalah tempat untuk berdoa. Kemegahan sebuah gereja tidaklah diukur dari bangunannya, melainkan seberapa banyak umat yang meluangkan waktu untuk masuk ke dalam dan berdoa di sana. Paling tidak, ini pendapat pribadi saya.

Sudah menjadi tugas kita untuk menjaga suasana dalam gereja, untuk memberi kesempatan kepada orang lain yang ingin berdoa. (An)

Apakah saya sering meluangkan waktu untuk menikmati waktu berdoa di dalam gereja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top