Murid vs Pengikut

Suatu hari saya pernah mendengar seseorang yang berkata kepada sahabatnya yang sedang mengalami musibah, ‘Jangan khawatir! Tuhan PASTI akan sembuhkan ayahmu!’ Ayah dari temannya ini sedang menderita gagal ginjal dan para dokterpun sudah angkat tangan dan memvonis bahwa ayah dari temannya ini hanya punya beberapa bulan saja untuk hidup.

Disini saya melihat bahwa seringkali kita rancu dalam mengikuti Tuhan. Kita seringkali tidak bisa membedakan menjadi seorang murid (disciple) dengan menjadi seorang pengikut (follower) dari Tuhan Yesus. Kita seringkali menganggap Tuhan sebagai ‘Pemberi Mujizat’ karena mungkin kita pernah melihat kuasa dan mujizatnya dinyatakan dalam kehidupan kita sehingga akhirnya kita mengikut Dia hanya karena perbuatan2Nya tersebut. Jadi secara tidak langsung, kita adalah ‘pengagum’ atau ‘fans’ dari Tuhan Yesus, dan disaat kita tidak melihat mujizat itu kembali dinyatakan maka kita menjadi kecewa tanpa bisa melihat bahwa Tuhan punya rencana yang indah dibalik semuanya itu. Padahal, mungkin musibah itu ada untuk membuat keluarga ini bisa reconcile, atau membuat iman mereka semakin bertumbuh dalam Dia, atau bisa menjadi saksi buat orang lain yang punya masalah yang sama.

Sebelum saya berbicara lebih panjang, apa sih definisi murid dan pengikut?
Murid adalah seseorang yang menganut dan membantu menyebarkan ajaran orang lain, sedangkan pengikut adalah seseorang yang mengikuti ajaran atau metode orang lain.

Dari bacaan injil Yohanes 6:1-69, kita mau belajar membedakan mana yang murid dan mana yang hanya pengikut. Diawal bacaan ini dikatakan ‘orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.’

Jadi, jelas dikatakan bahwa semua orang ini terpesona, terpana dan kagum atas mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus pada saat itu sehingga merekapun rela mengikuti Yesus kemanapun Dia pergi. Bahkan pada saat Yesus pergi secara diam-diam, mereka sampai naik perahu dan mengejar Yesus. Yesus diibaratkan seorang superstar yang mereka idolakan, mungkin jaman itu mereka juga ikut cara berpakaian yesus atau potongan rambutnya. Sama kalau kita ngefans sama salah satu aktor or aktris, kitapun akan berusaha meniru mereka dalam hal berpakaian, model rambut atau mungkin gaya bicaranya. Jaman itupun para fans atau pengikut Yesus melakukan hal yang sama.

Yesus saat itu sudah tahu motifvasi dari para pengikutnya ini sehingga diayat yang ke 26, Dia berkata ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.’

Ditambah lagi dengan ayat 35-40, ‘Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.’ Setelah perkataan Yesus itu maka banyak pengikut-Nya yang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia dan hanya tinggal kedua belas murid-Nya saja.

Jadi kita tahu bahwa yang Tuhan janjikan adalah hidup yang kekal bersama-sama dalam kerajaan-Nya. Disaat kita punya masalah dan kita berdoa utk masalah itu, tetapi doa kita tidak terjawab seringkali kita bertindak seperti pengikut yesus dan bukan murid Yesus, Sebagai murid, kita harusnya tahu bahwa rencana Tuhan itu tidak seperti rencana2 kita. Seperti tingginya langit dan bumi, demikianlah tingginya jalan Tuhan dari jalan kita dan rancangan Tuhan dari rancangan kita.

Sekarang kita tahu apa perbedaan dari murid dan pengikut, mari mulai saat ini kita mau menjadi murid yang selalu mau hidup dalam rencana Tuhan dan bukan hanya menjadi pengikut yang hanya datang karena mencari mujizat-Nya saja.

Tuhan memberkati! (A.N.T)

Murid vs Pengikut

John 6:53-66
Follower – One who subscribes to the teachings or methods of another
Disciple – One who embraces and assists in spreading the teachings of another.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *