Bahasa Kasih 1 December 2018: Menjaga diri dari ‘gadget’

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 01 Desember, 2018

Why 22:1-7
Mzm 95:1-7
Luk 21:34-36

B. Dionisius dan Redemptus,
Biarawan Martir Indonesia

Menjaga diri dari ‘gadget’

Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi.. – Luk 21:34

Pernahkah Anda tiba-tiba tersadar dan merasa ingin berdoa untuk memohon ampun dan ingin mengaku dosa juga?

Begini pengalaman saya. Bagi laki-laki yang bekerja di Jakarta, biasanya berangkat kerja pagi-pagi dan pulang rumah sudah malam. Hampir tidak pernah saya sudah tiba di rumah sore hari. Sesampainya di rumah, pasti saya langsung mandi dan makan. Setelah itu saya akan beristirahat sambil bermain gadget. Istri sering mengingatkan, tetapi biasanya tidak bertahan lama dan saya akan kembali pada gadget.

Sesudah istri saya marah, baru saya menyadari betapa saya kurang memberikan perhatian kepada anak saya dan lebih sering berfokus pada gadget saya. Bukankah sepanjang perjalanan macet sudah banyak waktu bagi saya untuk bermain gadget?

Ketika saya menyadari keterikatan saya akan gadget, saya bertekad untuk memberikan fokus 100% kepada anak setiap saya sudah berada di rumah. Waktu saya bersamanya hanya sebentar sebelum ia tidur. Saya menyadari betapa anak saya lebih berharga daripada chat, email, facebook, line, google, dan lain-lainnya di gadget saya. Chat dari teman dan pekerjaan dapat menunggu dan tidak akan hilang, tetapi waktu dengan anak akan hilang bila tidak digunakan.

Rasa bersalah membuat saya sungguh-sungguh meluangkan waktu bagi anak. Sayapun berdoa memohon ampun kepada Tuhan dan berjanji menaruh gadget saya di tempat lain. Perasaan tersebut sebenarnya adalah rahmat Tuhan yang membantu saya menyadari ada yang tidak benar.

Marilah kita belajar untuk menggunakan gadget dengan tepat sehingga kita tahu mana yang lebih penting dan perlu. (Aw)

Apakah saya terikat pada gadget?