Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 01 November 2021

Hari Raya Semua Orang Kudus

Why 7:2-4,9-14
Mzm 24:1-6
1Yoh 3:1-3
Mat 5:1-12a

Berbahagialah

“Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka…” – Mat 5 : 2 

Hal yang tidak menyenangkan adalah ketika kita merasa kurang beruntung yaitu ketika sakit, sedih, kecewa, marah dan sebagainya. Kita merasa bahwa Tuhan sedang tidak berpihak kepada kita oleh karena itu kita mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan itu. Persitiwa-persitiwa ini terkadang membuat emosi kita sedikit sensitif. Kita sulit untuk menerima perlakuan baik dari orang-orang yang ada disekitar kita. Tetapi, Yesus menyatakan hal yang lain.
Injil hari ini menuliskan, “Maka Yesus mulai bicara dan mengajar”. Dikatakan berulang kali kalimat “Berbahagialah”. Kalau dalam Bahasa Indonesia awalan ber dan akhiran lah merupakan kata aktif dan perintah. Dimana Yesus meminta kita untuk berbahagia. Menjadi bahagia untuk peristiwa yang baik adalah mudah tetapi Yesus mengatakan berbahagialah juga terhadap peristiwa yang kurang menyenangkan. Yesus meminta kita berbahagia ketika kita miskin, berdukacita, lapar dan sebagainya.

Bukanlah hal yang mudah ketika kita dalam situasi hati yang kurang menyenangkan untuk berbahagia. Akan tetapi bukan hal yang mustahil. Mengapa? Hari ini Gereja memperingati hari orang Kudus, dimana Gereja mengakui bahwa ada orang-orang yang hidupnya sepenuhnya menjalankan perintah Tuhan Yesus. Orang-orang kudus tersebut nampaknya sudah berhasil menjadikan Yesus satu-satunya milik mereka yang paling berharga dan dipertahankan sampai akhir hidup mereka. Penderitaan dan kekurangan yang mereka alami ternyata tidak membuat mereka berpaling dari Yesus, justru membuat mereka semakin mendekat kepada Yesus , Sang Sumber Keselamatan. Seluruh sabda bahagia telah mereka lakukan dan nampaknya itulah yang membuat mereka berbahagia. Mereka sudah mengambil bagian dari karya keselamatan yang Yesus lakukan.

Persitiwa-peristiwa yang kita hadapi hendaklah kita sikapi dengan perintah Tuhan Yesus. Walaupun sulit nampaknya perlu untuk kita coba. Karena dengan demikian kita mengambil tugas kita didalam peristiwa keselamatan dari Tuhan Yesus. Selamat berbahagia. (An)

Sudahkah saya berbahagia hari ini ?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *