Bahasa Kasih 11 July 2018 : Be a blessing

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 11 Juli 2018

Hos 10:1-3,7-8,12
Mzm 105 :2-7
Mat 10:1-7

Be a blessing

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. – Mat 10:7

Masih teringat di benak kita peristiwa pengeboman di salah satu kota besar yang pelakunya adalah sebuah keluarga. Peristiwa itu mengingatkan saya kembali bahwa hidup adalah sebuah panggilan. Setiap kita dipanggil untuk menjadi murid-Nya dan mewartakan sabda-Nya. Tetapi kita seringkali mengabaikan panggilan-Nya dan hidup menyimpang dari jalan-Nya. Tanpa berpikir panjang, memilih menjalani hidup yang kita suka, yang terkadang malah membahayakan diri dan juga orang lain.

Ketika Santo Benediktus hampir jatuh ke dalam pencobaan karena Iblis terus menggodanya dengan bayangan seorang perempuan cantik. Ia menguatkan imannya dengan menghempaskan dirinya ke dalam semak berduri yang panjang serta tajam hingga tubuhnya penuh dengan goresan luka. Pencobaan yang ia alami tak berhenti di situ. Ketika ia menjadi pemimpin dari sejumlah pria yang ingin hidup kudus dan meminta mereka bermati raga, iapun berusaha diracuni. Meski demikian, Bapa tak pernah tidur. Ia menunjukkan kuasa-Nya yang besar dan menyelamatkan Benediktus dengan pecahnya gelas yang berisi anggur beracun ketika ia membuat tanda salib di atasnya. (Sumber: www.katakombe.org)

Begitu banyak cobaan yang dihadapkan ketika kita menanggapi panggilan-Nya dalam hidup kita. Tetapi Bapa tetap menyertai dan menguatkan iman kita dengan cara-Nya sehingga kita dapat tetap hidup berkenan di hadapan-Nya. Mari terus kuatkan iman kita kepada-Nya dengan menjadi pewarta sabda-Nya di manapun, kapanpun, dan apapun yang terjadi. (Cr)

Maukah saya selalu menjadi pewarta sabda-Nya?