Menu Close

Bahasa Kasih 11 Oktober 2021: Pertobatan

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 11 Oktober 2021

Rm 1:1-7
Mzm 98:1-4
Luk 11:29-32

PERTOBATAN

Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus! Luk 11 : 32.

Setiap dari kita memiliki dosa asal. Dosa yang tanpa kita sadari sudah kita lakukan sedari kecil. Mulai dengan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik dan mengarah kepada dosa besar. Dosa kecil ataupun dosa besar yang telah kita lakukan, dapat kita tebus dengan suatu penyesalan, konsekuensi, dan pertobatan. Mendengarkan petunjuk Tuhan melalui kabar gembira Injil, dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bertobat adalah melakukan suatu perputaran arah hidup dan tidak melakukan kebiasaan yang lama lagi.

Yesus, dengan pengorbanannya 2.000 tahun yang lalu, menghendaki kita semua untuk bertobat, berpaling dari dosa dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik dan tidak lagi kembali kepada kehidupan dan kebiasaan yang lama.
Masa-masa sekarang ini, di kala covid telah merenggut banyak jiwa, entah itu lansia, usia muda, atau bahkan anak-anak. Kita mungkin bisa melihat, bukan lagi orang lain yang tidak kita kenal. Tapi orang-orang yang kita kenal dengan baik, yang tidak disangka-sangka, yang bisa meninggal dalam usia yang masih muda. Jika saja, apa yang kita lakukan di dunia ini, masihlah belum benar, selama masih ada waktu, kita bisa berbalik arah dan bertobat dari kehidupan yang lama. Karena kita tidak tahu, kapan saatnya Tuhan memanggil. (Dw)

Sudahkah Saya melakukan pertobatan?

Posted in Bahasa Kasih, Renungan, Renungan Harian