Bahasa Kasih 16 May 2018 : Menjadi sama atau tetap berbeda

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 16 Mei 2018

Kis 20:28-38
Mzm 68:29-30,33-36
Yoh 17:11b-19

Hari 6 Novena Pentakosta

Menjadi sama atau tetap berbeda

Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. – Yoh 17:15

Dunia membutuhkan Yesus. Di mana tidak ada kebenaran-Nya, biasanya di situ terjadi kekacauan. Itulah sebabnya Yesus mengutus kita ke seluruh dunia. Maksudnya bukan supaya kita pergi ke seluruh belahan dunia, melainkan dunia di mana kita berada. Entah itu dunia kerja, dunia bisnis, dunia hiburan, dunia pendidikan, dan dunia lainnya.

Dalam doa Yesus pada Injil hari ini, Ia meminta agar Bapa melindungi kita dari yang jahat. Membawa Yesus kepada dunia bukan berarti kita perlu menjadi sama dengan dunia. Saya teringat seorang pengikut Yesus membuat tatto di tangannya. Ketika ditanya alasan ia melakukannya, ia mengatakan bahwa ia perlu menjadi sama seperti mereka agar memudahkannya mendorong mereka kepada Yesus. Dan yang terjadi, ia benar-benar menjadi sama dengan dunia. Ia menceraikan istrinya dan menikah dengan wanita lain.

Kita tidak perlu menjadi sama dengan orang yang ingin kita tolong. Terang tidak perlu menjadi gelap, putih tidak perlu menjadi hitam. Tetaplah menjadi terang untuk dapat menolong orang lain dalam kegelapan. Cara menolong mereka yang benar adalah menarik mereka ke atas dan bukan mendorong mereka dari bawah.

Kita harus tetap berada dalam kekudusan dan kebenaran. Tetaplah menjadi terang, karena terang akan menarik mereka yang berada dalam kegelapan untuk datang kepada terang. Oleh karena itu, membaca, merenungkan, dan melakukan firman Tuhan adalah satu-satunya cara agar kita tetap berada dalam kebenaran karena firman Tuhan itulah yang menguduskan kita. (Al)

Apakah saya tetap berada dalam kebenaran firman-Nya?

Renungkan: Tanpa kebenaran firman Tuhan, saya tidak dapat membawa orang lain kepada terang Tuhan, melainkan kepada keinginan diri sendiri.