Bahasa Kasih 16 November 2018: Siap ataupun tidak

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 16 November 2018

2 Yoh 4-9
Mzm 119:1-2, 10-11,17-18
Luk 17:26-37

Siap ataupun tidak

Demikian halnya kelak pada hari, dimana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. – Luk 17:30

Kejadian akhir-akhir ini mengingatkan saya kembali bahwa satu saat kita semua akan berpulang kepada-Nya.

Belum hilang dari ingatan kita betapa gempa bumi di Lombok memporak-porandakan segala sesuatu di sana. Banyak korban berjatuhan, baik dewasa maupun anak-anak. Kembali Palu dilanda gempa bumi dan tsunami. Bencana yang lebih besar dari sebelumnya kembali merenggut banyak jiwa. Bencana tidak memilih dewasa atau anak-anak. Semuanya itu mau tidak mau mengingatkan kita bahwa cepat atau lambat dan dengan berbagai cara, kita akan berpulang kepada-Nya.

Satu keluarga ketika baru kembali dari luar kota mengalami kecelakaan. Salah satu dari mereka adalah teman dari anak kami. Mobil yang mereka tumpangi oleng ketika melindas tumpukan kaca sehingga untuk menghindari truk yang ada di sisi lain, sang ayah membanting kemudi yang menyebabkan mobil berputar-putar dan akhirnya terbalik. Seluruh keluarga mengalami luka, namun puji Tuhan, mereka semua selamat. Baru selesai berita tentang keluarga ini, tiba-tiba berita duka datang dari satu orang tua yang juga kami kenal.

Kejadian demi kejadian yang terjadi secara bertubi-tubi seakan-akan ingin mengingatkankita semua bahwa kapan saja, di mana saja, dengan cara apa saja, kita harus siap untuk dipanggil kembali oleh-Nya dan mempertanggungjawabkan bagaimana kita sudah mengisi hidup ini. (Al)

Sudah siapkah saya?