Bahasa Kasih 17 December 2018: Kita dipilih

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 17 Desember 2018

Kej 49:2,8-10
Mzm 72:1-4,7-8,17
Mat 1:1-17

Kita dipilih

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. – Mat 1:16

Jika dilihat dari silsilah keluarga, kita dapat melihat sejak awal Yesus adalah keturunan dari orang yang dipilih Allah. Mulai dari Abraham, Daud, dan seterusnya. Orang yang dipilih Allah adalah orang yang kelak akan dipakai Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

Saya dibaptis Katolik ketika masih bayi. Sejak kecil saya rajin ke gereja. Tapi hingga usia remaja, saya belum bisa merasakan ataupun mengerti arti kerinduan kepada Tuhan saat berada dalam persekutuan dengan-Nya melalui Ekaristi ataupun ibadah lainnya.

Hingga saya mulai mengenal pelayanan, Tuhan membawa saya masuk dalam pengenalan yang lebih dalam akan pribadi-Nya, kasih-Nya, dan kuasa-Nya. Pelan-pelan saya mulai merasakan kerinduan yang besar dalam hati untuk semakin dekat dengan-Nya. Sejak itu saya merasakan pertumbuhan, tidak hanya dalam hal rohani, tetapi juga dalam karakter. Saya pun semakin mengerti arah pelayanan saya adalah untuk mengikuti panggilan-Nya, bukan sekedar melakukan aktivitas rohani.

Saya percaya Tuhan sudah memilih dan mempersiapkan saya sejak awal. Ia sudah merancang jalan hidup yang akan saya lalui untuk memenuhi panggilan-Nya menjadi saksi-Nya.

Kita semua sudah menerima baptisan sebagai anak Allah, karena itu marilah kita bersyukur dengan memaknai hidup kita setiap waktu dengan menjadi pelaku Firman agar setiap langkah dalam hidup kita selalu berada dalam jalan keselamatan-Nya. (In)

Bagaimana saya memaknai panggilan Tuhan?