Bahasa Kasih 19 November 2018: Penolakan tak hentikan usaha

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 19 November 2018

Why 1:1-4; 2:1-5a
Mzm 1:1-4,6
Luk 18:35-43

Penolakan tak hentikan usaha

Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” – Luk 18:39

Banyak orang enggan menjadi tenaga pemasaran. Padahal, banyak sekali lowongan yang tersedia dan sepertinya tidak dibutuhkan persyaratan dengan latar belakang pendidikan khusus.

Penasaran dengan fenomena tersebut, saya merasa tertantang dan mencoba masuk dalam dunia pemasaran, walaupun latar belakang pendidikan saya bukan di bidang itu. Ditambah lagi karakter saya yang sebenarnya pendiam, membuat saya cukup mengalami kesulitan untuk berhasil melakukan penjualan di awal karier saya.

Dalam perjalanannya, kegagalan demi kegagalan terus saya alami. Penolakan-penolakan dari orang-orang yang coba saya temui membuat mental saya semakin terkikis. Namun semangat dari tim dan pelatihan yang saya ikuti, melatih mental saya untuk semakin terbiasa akan penolakan. Hal ini membuat saya semakin gencar membuat janji ketemu dan mencoba menghubungi pelanggan baru dengan cara pendekatan yang lain.

Sama halnya seperti bacaan Injil hari ini, apabila kita terus berusaha walaupun mungkin banyak ditolak, Tuhanpun tidak akan tinggal diam. Dia akan mendengar dan menghampiri orang-orang yang terus berseru kepada-Nya.

Saat Tuhan sudah membukakan jalan lewat penjualan perdana yang berhasil saya lakukan, kepercayaan diri saya bertambah dan tanpa disadari juga meningkatkan kemampuan saya. Hal inilah yang kemudian dapat saya bagikan kepada orang lain yang mungkin mengalami kesulitan seperti saya. Apapun profesi kita, hidup kita dapat menjadi berkat bagi orang lain. (Md)

Apakah saya sudah berusaha mengoptimalkan kemampuan saya dan menjadi berkat bagi orang lain?