Menu Close

Bahasa Kasih 20 Juni 2022: Takut Mendapat Pembalasan

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 20 Juni 2022

2 Raj 17:5-8,13-15a,18
Mzm 60:3-5,12-13
Mat 7:1-5

Takut Mendapat Pembalasan

Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. – Mat.7:2

Saya melihat beberapa keponakan saya yang masih balita dan berada dalam masa pertumbuhannya, sudah mulai iseng dan nakal. Bahkan terkadang keisengannya itu dapat membuat orang-orang dewasa di sekitarnya cukup geram dan kehilangan kesabaran. 

Pernah suatu waktu, ketika saya sedang serius bekerja, salah satu keponakan saya yang berusia 3 tahun, tiba-tiba mencubit saya dengan alat penjepit rambut istri saya yang sudah disembunyikan, namun ia tetap dapat menemukannya. Hal ini tentu saja cukup membuat saya marah, karena keisengannya sudah dilakukan berulang kali, walaupun sudah sering ditegur dan diperingatkan. 

Alhasil, saya pun marah dan berlari untuk mendapatkannya. Dalam pengejaran itu, saya melihat ketakutannya jika mendapatkan pembalasan dari saya. Saya pun merenung dan pernah merasakan hal yang sama. Ketika masih kanak-kanak, saya pun tidak lepas dari rasa iseng dan mengerjai teman sekelas saya, Namun pada saat itu, rasanya takut sekali jika sampai dibalas dan mendapatkan perlakuan yang sama dari teman yang saya kerjai itu.

Kawan, jika kita takut mendapatkan pembalasan, janganlah kita juga melakukan hal-hal yang menyusahkan orang lain. Tak salah, jika orang lama berkata, : “Jangan mencubit, jika tidak mau dicubit.” 

Sama seperti apa yang mau disampaikan pada Injil hari ini (MD).

Sudahkah saya menahan diri untuk tidak merugikan orang lain?

Posted in Bahasa Kasih, Renungan, Renungan Harian