Menu Close

Bahasa Kasih 20 November 2022: Raja Yang Diolok-olok

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 20 November 2022

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

2 Sam 5:1-3
Mzm 122:1-2,4-5
Kol 1:12-20
Luk 23:35-43

Raja Yang Diolok-olok

Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.”

– Luk 23:35.

Yesus yang sebagai Anak Allah, di suatu waktu, dielu-elukan sebagai seorang Raja, karena banyaknya mukjizat yang telah dibuat oleh-Nya. Namun tidak lama kemudian, Ia diburu, ditangkap, ditelanjangi, dihina, dan disiksa sampai mati.

Saya pernah mendengar seorang teman bersaksi dalam kehidupannya. Sebagai seorang anak pengusaha sukses di masanya, ia dibesarkan dan dibekali dengan ilmu dan wawasan yang cukup untuk dapat memiliki peran dan menjadi penerus kerajaan bisnis ayahnya yang telah berjaya. Dan ia pun tumbuh menjadi pribadi yang cakap dan mahir.

Namun, apa yang terjadi, sungguh di luar dugaan. Beberapa tahun sebelum ayahnya meninggal, bisnis keluarganya mengalami kemerosotan luar biasa. Biaya operasional tidak tertutup sehingga beban hutang perusahaan menumpuk. Ketika sang ayah berpulang, bisnisnya pun semakin terpuruk, dan harus gulung tikar.

Sang anak sangat terpukul, dia merasa menjadi bukan siapa-siapa dan tidak berguna. Ia merasa seperti diolok-olok oleh di belakangnya dan membandingkannya dengan sepak terjang sang ayah. Ia melalui waktu-waktu itu dengan memikul beban psikologis yang cukup berat.

Pada akhirnya, ia berserah kepada Tuhan atas apa yang terjadi dalam hidupnya, dan dia kembali bangkit untuk berjuang dengan segenap kemampuannya dan menerapkan apa yang telah diajarkan oleh ayahnya. (MD).

Siap mentalkah saya, jika saya “jatuh” dalam hidup ini?

Posted in Bahasa Kasih, Renungan, Renungan Harian