Menu Close

Bahasa Kasih 20 September 2021: MENJADI INSPIRATOR BUKAN PAMER

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 20 September 2021

St. Andreas Kim Taegon

Ezra 1: 1-6
Mzm 126:1-6
Luk 8:16-18

MENJADI INSPIRATOR BUKAN PAMER

“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan ataumenempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya” – Lukas 8 : 16

Setiap hari matahari pasti terbit dan bersinar. Cahanya menyinari semua orang, baik orang yang baik maupun yang jahat. Namun, kita jarang sekali mendengar orang memuji matahari. Hal ini mungkin karena orang tidak dapat melihat matahari secara langsung.
Di sisi lain, hampir setiap malam kita dapat memandang bulan. Kita sering memuji keindahan bulan terutama saat bentuknya bulat dan terlihat besar. Bulan Purnama misalnya. Saat terjadi gerhana bulan total di bulan Mei 2021, banyak sekali foto dan ulasannya di media masa. Padahal kita tahu bahwa bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya yang didapatkan bulan berasal dari matahari, kalau wajah bulan dihadapkan ke matahari.

Sebagai orang Katolik, hidup kita bagaikan matahari. Roh Kudus yang ada didalam diri kita menjadi sumber bagi kita. Dan ini memampukan kita untuk melakukan berbagai hal yang baik. Sayangnya, kita sering takut memperlihatkan di depan umum dengan alasan malu atau takut dibilang sok suci.
Tanpa bertujuan untuk pamer, kita dapat melakukan perbuatan baik secara diam-diam. Orang bisa patungan untuk membelikan masker medis dan masker kain yang kemudian dibagikan ke petugas kebersihan dan petugas keamanan di kompleks perumahannya. Kita bisa membantu mencarikan informasi mengenai tempat dijualnyatabung Oksigen yang harganya terjangkau kepada orang yang membutuhkan. Kita bisa membelikan vitamin yang dibutuhkan untuk tetangga yang tidak mampu yang sedang terpapar Covid 19. Kita bisa membantu kebutuhan tetangga yang harus ‘Isoman’. Banyak hal baik yang bisa kita lakukan dan jika perlu kita upload di media  social agar tindakan itu menjadi inspirasi bagi orang lain. Ini bukan karena mau pamer bahwa kita adalah orang baik tetapi karena Roh Allah yang ada di dalam diri kitalah, yang melakukannya. Dan tindakan baik itu menjadi inspirasi bagi orang lain. (Yo)

Apakah saya masih sungkan jika perbuatan baik saya diketahui banyak orang ?

Posted in Bahasa Kasih, Renungan, Renungan Harian