Bahasa Kasih 21 November 2018: Hidupku adalah milik-Nya

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 21 November, 2018
Why 4:1-11
Mzm 150:1-6
Luk 19:11-28

SP Maria Dipersembahkan kepada Allah

Hidupku adalah milik-Nya

Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan. – Mzm 150:6

Perikop hari ini mengingatkan saya untuk mempersembahkan segala sesuatu yang saya kerjakan sebagai pujian dan penyembahan kepada Tuhan.

Pujian penyembahan kepada Tuhan tidak hanya sebatas berdoa, membaca firman, atau pelayanan. Penyembahan kepada Tuhan adalah seluruh hidup kita, karena pusat hidup kita adalah relasi pribadi kita dengan Tuhan. Bahkan kelemahan kitapun dapat kita jadikan sebagai sarana untuk menyembah Tuhan, dengan menyerahkannya kepada Tuhan agar Ia memberi kekuatan sehingga kita dapat memuliakan-Nya.

Bagaimana caranya untuk memiliki rasa lapar dan haus untuk selalu memberikan segala sesuatu sebagai penyembahan kepada-Nya?

Hingga hari ini saya masih bergumul dalam memaknai hidup saya adalah milik-Nya. Dan apapun situasi dalam diri saya, saya berjanji untuk selalu memilih taat kepada-Nya, terlepas banyaknya jatuh bangun untuk memenuhi janji tersebut. Dari situ setiap saya akan melakukan apapun, saya akan memusatkan hati dan pikiran kepada Tuhan, sehingga saya dapat merasakan kehadiran-Nya. Ketika ada hal yang bukan kehendak Tuhan, saya dapat mendengar teguran-Nya.

Teguran Tuhan sering membuat saya bergumul dengan kedagingan saya. Namun di sisi lain saya juga sangat bersyukur atas cinta Tuhan yang saya terima melalui teguran-Nya. Inilah yang membuat saya selalu bersukacita memuji dan memuliakan-Nya. (In)

Terima kasih Tuhan untuk setiap kelimpahan rahmat-Mu setiap hari.