Menu Close

Bahasa Kasih 23 September 2022: Santo Padre Pio Dari Pietrelcina

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 23 September 2022

St. Padre Pio dr Pietrekina

Pkh 3:1-11
Mzm 144:1-4
Luk 9:18-22

Santo Padre Pio Dari Pietrelcina

…..Mesias dari Allah. – Luk 9:20

Hari ini Gereja memperingati pesta Santo Padre Pio dari Pietrelcina. Padre Pio lahir dari keluarga petani pada tanggal 25 Mei 1887 di Pietrelcina, Italia Selatan. Tuhan menganugerahkan kepadanya begitu banyak karunia rohani. Padre Pio memperoleh karunia stigmata, osmogenesia, bilokasi, levitasi, teleportasi, penglihatan, membaca pikiran orang lain, karunia penyembuhan dan bahkan ia pernah membangkitkan seorang gadis yang sudah dinyatakan meninggal. Setiap hari selalu ada ratusan bahkan ribuan orang yang berusaha untuk bertemu dengannya. 

Pada tanggal 20 September 1918, saat berdoa didepan sebuah salib dikapel tua, ia diberi stigmata. Stigmata itu terus terbuka dan mencucurkan darah selama lima puluh tahun. Darah yang mengucur dari stigmatanya mengeluarkan bau harum bunga-bungaan. Padre Pio tidur tak lebih dari dua jam setiap harinya dan tak pernah mengambil cuti barang sehari pun selama lima puluh tahun imamatnya. Ia biasa bangun pagi-pagi buta untuk mempersembahkan Misa Kudus. Setelah Misa, ia biasanya melewatkan sebagian besar harinya dalam doa dan melayani Sakramen Pengakuan Dosa.

Meski begitu banyak karunia, Padre Pio dengan tulus menganggap dirinya tidak berguna, dia hanya ingin menjadi seorang biarawan yang miskin yang berdoa. Sejak masa muda, kesehatan Padre Pio amat rapuh, dan semakin memburuk pada tahun-tahun terakhir hidupnya. Akhirnya ia meninggal pada tanggal 23 September 1968.

Teman, melalui kesaksian hidup Padre Pio ini, marilah kita belajar meneladaninya dalam seluruh aspek hidup sehari-hari. Sehingga dari cara hidup kita, orang bisa melihat bahwa Tuhan Yesus selalu hadir dalam segala aspek hidup kita. Karena Dia adalah Mesias dari Allah. (Ar).

Tuhan, jadikanlah aku teladan bagi orang-orang disekitarku, melalui cara hidupku sehari-hari.

Posted in Bahasa Kasih, Renungan, Renungan Harian