Bahasa Kasih 25 November 2018: Menanggapi Penebusan-Nya

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 25 November, 2018

Dan 7:13-14
Mzm 93:1-2,5
Why 1:5-8
Yoh 8:33b-37

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Menanggapi Penebusan-Nya

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka. – Yoh 8:36

Yesus hadir bagi manusia untuk membebaskan manusia dari ikatan dosa melalui penebusan di kayu salib. Sekalipun Tuhan sudah memberikan kemerdekaan dari segala dosa kepada manusia, namun manusia juga memiliki bagian untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut. Merdeka dari segala ikatan dosa dan sungguh-sungguh hidup kudus di dalam-Nya, melepaskan segala kedagingan yang menyeret hidup ke dalam dosa.

Pergumulan yang masih terus saya alami sampai saat ini adalah soal pengendalian diri, karena saya mudah emosi, tidak sabar, dan mudah tersinggung. Setiap kali saya jatuh dalam kelemahan ini, damai sejahtera saya terampas. Namun saya selalu percaya Tuhan tetap ada dalam kelemahan saya dan tetap mengasihi saya. Dalam kejatuhan, saya terus berseru kepada-Nya memohon ampun dan belas kasih-Nya agar saya dipulihkan.

Tidak peduli seberapa sering kita jatuh dalam kelemahan, tapi teruslah bangkit dan datang kepada-Nya. Pandanglah kejatuhan itu sebagai proses pembentukan yang Tuhan lakukan agar kita semakin menyerupai diri-Nya.

Tak perlu takut dan khawatir dengan segala kelemahan kita, Tuhan sedang dan terus memulihkan kita. Mari kita imani dan perjuangkan dengan tingkah laku serta perbuatan kita dalam segala hal.

Tuhan menghendaki hidup kita menjadi penyembahan bagi-Nya dan mari kita tunjukkan hal itu sebagai ungkapan cinta kita kepada-Nya. (In)

Apa yang sudah saya lakukan untuk menanggapi penebusan Yesus di kayu salib?