Menu Close

Bahasa Kasih 26 Aug 2017: BEBAN SEORANG PEMIMPIN

Renungan Katolik, “Bahasa Kasih”
Sabtu, 26 Agustus 2017

Rut 2:1-3,8-11;4:13-17
Mzm 128:1-5
Mat 23:1-12

BEBAN SEORANG PEMIMPIN

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. – Mat 23:3

Untuk menjadi pemimpin, seorang harus menampilkan kelebihan yang tidak dimiliki atau enggan dikerjakan oleh orang lain pada awalnya.

Untuk menjadi pemimpin, seorang harus mau turun bersama-sama dengan orang yang dipimpinnya, menghadapi dan menyelami secara bersama-sama masalah yang dihadapi.

Untuk menjadi pemimpin, seorang harus dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah ketika hal itu mengancam kelompoknya dan tidak dapat dihadapi oleh orang-orang yang dipimpinnya.

Untuk menjadi pemimpin, seorang harus mau menerima aspirasi orang-orangnya, memilahnya, mengolahnya, dan mengimplementasikan sesuai dengan yang terbaik.

Untuk menjadi pemimpin, seorang harus bisa membangkitkan, mengembangkan, dan mengeluarkan potensi yang ada dari orang-orang yang dipimpinnya.

Untuk menjadi pemimpin, seorang harus dapat menempatkan orang-orangnya dengan tepat sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Untuk menjadi pemimpin, seorang harus mempunyai visi yang dapat direalisasikan dan diterjemahkan dengan jelas kepada orang-orang yang dipimpinnya.

Untuk menjadi pemimpin, seorang dituntut untuk tidak hanya memakai topeng untuk dapat terlihat “baik” oleh orang-orang yang dipimpinnya.

Untuk menjadi pemimpin, seorang harus tegas mengenai apa yang harus atau tidak boleh dilakukan, serta kapan waktunya. (Md)

Apakah saya siap jika suatu saat harus menjadi seorang pemimpin?

Posted in Archive, Bahasa Kasih, Bahasa Kasih 2017, Renungan, Renungan Harian