Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 26 Desember 2015

Kis 6:8-10; 7:54-59
Mzm 31:3cd-4,6,8ab,16bc,17
Mat 10:17-22

MENCINTAI SAMPAI TERLUKA

Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri disebelah kanan Allah. – Kis 7:55-56

Stefanus dinyatakan bersalah oleh para anggota Mahkamah Agama dan iapun tahu kalau ia pasti akan dirajam sampai mati jika ia terus berkotbah tentang Yesus. Namun dengan berani dan pantang mundur, ia terus menyuarakan kebenaran firman Tuhan sehingga ia semakin dipenuh oleh Roh Kudus. Sekalipun pada akhirnya ia harus kehilangan nyawa, namun ia meninggal dalam kepenuhan kuasa Allah.

Terkadang Tuhan menempatkan kita dalam suatu keadaan yang membuat kita tidak bebas bergerak. Kalau saat ini kita sedang mendapat tekanan, mari kita belajar menjadi anak Tuhan yang berani menegakkan apa yang benar sesuai firman Tuhan, walaupun dunia mengatakan kita salah.

Mari kita belajar dari keberanian Stefanus dengan tetap memilih untuk hidup dalam kebenaran Kristus, sekalipun mungkin kita akan terluka karena penghakiman-penghakiman yang kita terima. Ketika kita tetap memilih untuk mengasihi Tuhan dan membawa hati dan pikiran terus mengarah kepada Tuhan, maka kita akan menjadi pemenang. Dan percayalah, kuasa hadirat Tuhan akan memenuhi diri kita, sehingga apapun yang kita kerjakan akan membawa berkat bagi orang lain. (In)

Apa yang sudah saya lakukan agar kuasa Tuhan ada dalam hidup saya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *