Bahasa Kasih 28 December 2018: Ayo Belajar Taat

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 28 Desember 2018

2Yoh 1:5 – 2:2
Mzm 124:2-5,7-8
Mat 2:13-18

Pesta Kanak-kanak Suci

Ayo Belajar Taat

Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir. – Mat 2:14

Apakah kita masih merasakan kegembiraan dan sukacita Natal? Adakah hal lain yang membuat kita bersukacita selain hadiah dan pesta yang mungkin kita adakan dalam merayakan Natal? Di tengah kegembiraan yang kita rasakan, hari ini kita diajak untuk mengingat sekaligus mendoakan kanak-kanak yang menjadi korban dari kekejaman Herodes.

Ketika Yusuf diperingatkan oleh malaikat, malam hari itu juga Keluarga Kudus ini segera pergi meninggalkan Betlehem. Yusuf percaya akan perintah Tuhan yang diterimanya melalui mimpi. Tak ada sedikitpun keraguan. Padahal tempat tujuan mereka tidak pernah mereka kunjungi sebelumnya dan tanpa persiapan yang memadai.

Saya pernah membawa anak saya yang berusia tiga bulan bepergian dengan pesawat selama delapan jam. Jarak tempuh yang kami lalui tidak terasa terlalu lama karena ditempuh dengan pesawat. Sementara Keluarga Kudus ini mungkin hanya mengendarai keledai dan membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi harus memperhatikan Maria dan bayi Yesus.

Lewat renungan hari ini, saya ingin mengajak Anda untuk belajar percaya akan bimbingan Tuhan. Sikap ini juga akan membawa kita untuk belajar taat. (An)

Sudahkah saya sungguh-sungguh belajar untuk taat kepada Tuhan?