Bahasa Kasih 28 November 2018: Berjalan bersama-Nya

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 28 November 2018

Why 15:1-4
Mzm 98:1-3,7-9
Luk 21:12-19

Berjalan bersama-Nya

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. – Luk 21:17-18

Saya suka membaca atau mendengar kesaksian pengikut Tuhan mengenai perjuangan mereka untuk bisa tetap setia dalam mengikuti panggilan dan teladan-Nya. Umumnya, jalan yang mereka lalui tidak ada yang lurus dan bebas hambatan. Justru berkelok-kelok, melewati padang gurun, tebing yang terjal, dan berbatu-batu.

Ada dari antara mereka yang dibenci, disiksa, dikucilkan, dan dihina karena mengikuti Tuhan. Namun mereka tetap bertahan sampai akhir, karena mereka tahu bahwa mereka tidak pernah berjalan seorang diri. Tuhan senantiasa menyertai dan memberikan kekuatan. Mereka yang bisa bertahan sampai akhir akan menjadi seorang pemenang dan menemukan sukacita yang luar biasa. Dengan membaca atau mendengar kesaksian mereka, saya termotivasi untuk bisa terus setia di dalam Tuhan.

Memang Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup akan menjadi mudah dan tanpa hambatan. Saya tidak tahu rintangan apa yang akan menghadang di depan dan jalan berkelok seperti apa yang harus saya lalui. Tapi saya percaya, dalam situasi yang paling sulit sekalipun, pasti ada Tuhan yang senantiasa menyertai. Tuhan tidak akan pernah membiarkan saya berjalan sendirian. (Dn)

Apakah saya percaya Tuhan senantiasa berjalan bersama saya?