Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 28 Oktober 2015

Ef 2:19-22
Mzm 19:2-5
Luk 6:12-19

MENJADI  ANGGOTA KELUARGA ALLAH

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. – Ef 2:19-20

Sebagai seorang perantau, saya merasa asing dan belum nyaman di tempat yang baru. Tak ada teman-teman yang akrab, jauh dari keluarga, dan hidup sendiri.

Perjuangan belum selesai ketika dihadapkan dengan persoalan ekonomi dan apa yang ingin saya cari di perantauan. Apakah saya hanya akan menjadi beban ibukota dengan menambah jumlah pengangguran dan gepeng (baca: gelandangan pengemis)?

Sangat sulit rasanya bertahan dalam masa itu. Begitu banyak kendala yang dihadapi.Pilihan untuk kembali ke kampung halaman sepertinya jauh lebih baik. Namun banyak firman Tuhan yang menguatkan untuk bertahan dalam kondisi sulit tersebut. Nyatanya, pada akhirnya satu per satu masalah yang dihadapi, ada jalan keluarnya. Pintu-pintu jalan mulai dibukakan. Jelas bukan hal yang mudah, tapi saya dikuatkan oleh bimbingan Tuhan. Tidak berhenti sampai di situ, saya juga mencari komunitas kerohanian untuk semakin diteguhkan dalam iman.

Seperti dikatakan dalam Injil hari ini, kita bukanlah orang asing dan pendatang, namun kita dipanggil untuk menjadi kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota keluarga Allah. Oleh karena itu, hendaklah kita terus berusaha dan berjuang dengan menetapkan pandangan serta tujuan hidup kita untuk menjadi kudus sehingga kita pantas menjadi anggota keluarga kerajaan Allah. (Md)

Sudahkah saya hidup kudus dan siap menjadi anggota keluarga Kerajaan Allah?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *