Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 03 Agustus 2018

Yer 26:1-9
Mzm 69:5,8-10,14
Mat 13:54-58

Takjub

.. dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mukjizat-mukjizat itu. – Mat 13:54

Pengalaman rohani dapat membawa orang menjadi takjub akan Allah. Lewat pengalaman tersebut, mereka merasa bahwa Allah sungguh mengasihi mereka. Sekalipun kita tidak mengalami pengalaman rohani tersebut dan hanya mendengar kesaksian orang saja, kitapun mungkin bisa menjadi takjub.

Lalu, mengapa ada orang yang doanya tidak dijawab? Apakah berarti orang tersebut tidak dikasihi Allah? Saya pribadi tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. Namun, yang sering saya dengar lewat pengajaran-pengajaran, memberi merupakan hak Allah. Jadi sekiranya doa kita belum terjawab, bukan berarti kita dilupakan atau tidak dipedulikan. Hanya, Allah pasti punya rencana yang lain dan Ia Maha Tahu sehingga Ia tahu persis apa yang terbaik bagi kita. Karena itu, tidak perlu merasa iri jika orang lain seolah mendapat jawaban doa sedangkan kita tidak.

Sama seperti anak kecil yang menangis di sebuah toko mainan karena orang tuanya tidak membelikan mainan yang diinginkan. Tentunya orang tuanya mempunyai pemikiran dan pertimbangan sehingga mereka tidak memberikan yang diinginkan sang anak.

Takjublah kepada Allah akan segala yang dilakukan-Nya, karena Ia mempunyai kuasa untuk mengadakan mukjizat bagi kita. (An)

Pernahkah saya meragukan kuasa Tuhan?

Dalam kondisi apa, saya meragukan-Nya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *