Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 30 Mei 2017

Kis 20:17-27
Mzm 68:10-11,20-21
Yoh 17:1-11a

TAWANAN ROH KUDUS

Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ. — Kis 20:22

Tawanan adalah orang yang ditahan atau ditangkap. Ia tidak bisa hidup bebas yang dengan leluasa mengatur hidupnya dan berbuat apa yang ia mau. Semua gerak-geriknya dibatasi. Hidupnya ada dalam pengawasan. Pengawasnya adalah orang yang memiliki hak sepenuhnya atas tawanan tersebut. Tawanan akan melakukan apa yang disuruh pengawasnya. Hidup atau mati tawanan ini juga bergantung kepada si pengawas ini.

Paulus menyatakan dirinya adalah tawanan Roh. Ia sudah menyerahkan seluruh hidupnya kepada Roh Kudus dan baginya tidak ada lagi hak atas dirinya sendiri. Ia sadar bahwa ada Roh Kudus yang mengawasi hidupnya. Roh Kudus berhak penuh atas hidupnya. Apapun yang dikatakan oleh Roh Kudus, itu yang dilakukan olehnya, meski ia tahu akan menghadapi sengsara dan penderitaan.

Menjadi tawanan sudah pasti bukan hal yang menyenangkan. Saya tidak bisa bersikap semaunya. Semuanya ada yang mengatur. Jika saya menjadi tawanan Roh Kudus, berarti hidup saya diatur dan diawasi oleh Roh Kudus. Namun berbeda dengan pengawas tawanan yang lainnya, Roh Kudus adalah pengawas yang mengatur agar hidup saya menjadi jauh lebih baik. Roh Kudus tidak ingin saya jatuh ke dalam dosa. Ia mengawasi saya supaya berada di jalan kebenaran dan memastikan saya tidak salah dalam melangkah. Dan ketika saatnya tiba, saya akan masuk dalam Kerajaan Allah. (Dn)

Apakah saya mau menyerahkan diri untuk menjadi tawanan Roh Kudus?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *