Bahasa Kasih 8 April 2019: Siapa tidak berdosa?

Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 08 April 2019

Dan 13:1-9,15-17,19-30,33-62
Mzm 23:1-6
Yoh 8:1-11

Siapa tidak berdosa?

Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. – Yoh 8:7

Tanpa kita sadari, kita mungkin sering merasa lebih baik dan lebih suci dibanding orang lain. Kita juga selalu mencari pembenaran dan cenderung mencari-cari kesalahan orang lain. Lebih ironisnya, hal ini juga dilakukan oleh orang-orang yang sering melakukan pelayanan.

Ketika berselisih paham, orang yang berselisih akan saling mengutarakan argumen pembelaan demi mengamankan dirinya dari “serangan” pihak lawannya, dan sejurus kemudian, berusaha untuk menutupi dan memperkecil kesalahan yang mungkin telah dilakukannya.

Mungkin yang dulunya sahabat, bisa saling menjatuhkan di meja hijau dengan “amunisi” bukti dan argumen yang terkadang menjadi sangat menyakitkan pihak lawan. Masing- masing pihak merasa paling benar, tidak bersalah, dan merasa mempunyai hak untuk menghakimi lawannya.

Hari ini Yesus mengajak kita untuk bersama-sama melakukan introspeksi ke dalam diri kita masing-masing. Apakah kita merasa tidak berdosa dan boleh menjadi hakim atas orang lain?

Ada beberapa komunitas rohani yang mewajibkan untuk rutin mengaku dosa sebagai bagian dari komitmen anggotanya. Hal itu dimaksudkan untuk mengajak kita agar terus berusaha rendah hati dan senantiasa mengingat bahwa kita adalah manusia yang sulit luput dari dosa. (Md)

Apakah saya sering menghakimi dan menyalahkan orang lain atas ketidakberesan yang terjadi dalam hidup saya?