Fearless Generosity like Jesus

Tepat sekali tema PD Minggu hari ini “Fearless Generosity Like Jesus” yang dibawakan oleh Om Subianto. Bulan Maret ini kita juga dalam masa prapaskah, kita semua diajak untuk generous, memberikan lebih dari yang kita punya untuk sesama kita, yang membutuhkan uluran tangan dari kita. Gereja sudah memberikan fasilitas untuk kita supaya hati kita tergerak oleh karena belas kasihan untuk mengasihi Yesus. Dengan melakukan hal-hal voluntary karena kasih kita, cinta kita kepada Yesus tanpa mengharapkan balasan apapun, hanya Tuhan yang membalaskan untuk kita.

Generosity/murah hati adalah perbuatan-perbuatan yang digerakkan oleh belas kasihan dan cinta kepada Tuhan sehingga kita melakukan dengan sukarela, tanpa didasari perbedaan ras , suku, agama, politik atau kepentingan pribadi lainnya. Kita diajak untuk mempunyai hati yang luas, mempunyai kapasitas untuk menerima dan tidak pelit dalam hal berbagi kepada orang lain.

Yesaya 54:2 “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!”

Berbagai perbuatan generosity dengan memberikan waktu , harta, dan talenta kita. Seperti mengunjungi panti asuhan, mengunjugi orang sakit, mendoakan orang lain, memberikan kata-kata yang bisa menyemangati orang, mau terlibat dalam penderitaan orang lain dengan melakukan perbuatan untuk kebahagiaan orang lain, memaafkan dan memulai relasi baru tanpa dibayangi perasaan dendam, sakit hati atau luka batin (murah hati yang mempunyai hati pengampun),  memberikan donasi dalam bentuk uang atau barang ke Salvos, Vinnys, Good Sammy. Dan menggunakan setiap talenta yang diberikan Tuhan untuk melayani dan memuliakan namaNya.

Mother Teresa mengatakan “ It is not how much we give , but how much love we put into giving”.

Fearless generosity seperti yang Yesus perbuat dalam hidupNya sebagai manusia dan Tuhan didunia ini tanpa memungut keuntungan apapun dan dari siapapun tetapi demi memuliakan nama BapaNya di Surga. Semua perbuatan Yesus karena belas kasih dan cinta kepada Bapa dan kepada cipataan BapaNya yaitu manusia, tanpa melihat martabat orang, status orang, orang kaya atau miskin, sehat maupun sakit, orang yang punya gelar tinggi atau pengemis. Semuanya Yesus lakukan kepada orang meminta kepadaNya.

Dan tiba akhir hidup Yesus yang tidak takut menyerahkan nyawaNya di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Oleh karena kemurahan hati Yesus dalam mencintai manusia, Dia sebagai perantara yang memulihkan hubungan manusia kepada Bapa di surga.  (Matius 26:39-42)

Demikian juga dengan kehidupan ini adalah anugerah dari Tuhan yang selalu memberkati hidup kita. Definisi berkat adalah karunia Tuhan/ favor of God/ perkenanan Allah yang membawa kebaikan kepada manusia , yang mendorong hidup manusia untuk dapat maju.  Dan setelah kita menerima berkat dari Tuhan, kita siap menggunakan berkat itu dan menjadi saluran berkat untuk orang lain. Kita tidak hanya menyimpan berkat yang diperoleh untuk diri sendiri, supaya hidup kita tidak menjadi mundur.

Kejadian 12:2 “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.”

Landasan dasar menjadi anak-anak Tuhan berarti hidup kita harus didasari dengan firman Tuhan. Firman Tuhan hanya dapat kita temukan di dalam BIBLE (Basic Interaction Before Leaving Earth).

Beberapa perbuatan murah hati yang dapat kita belajar dari bible :

  1. Persembahan seorang janda miskin yang memebrikan persepuluhan dari kekurangannya. (Markus 12:44)
  2. Orang Samaria yang murah hati dalam memberikan bantuan kepada seorang yahudi yang telah dirampok habis-habisan dan hampir mati dijalan. Orang samaria ini yang tergerak hatinya oleh belas kasihan dan tidak melihat apakah itu orang Yahudi atau orang suku lain. Dia dekati orang Yahudi ini dan dia membalut lukanya dan menyiraminya dengan minyak dan anggur. Serta membawa dia ke penginapan dan merawatnya dan menitipkan uang untuk pemilik penginapan untuk merawat orang Yahudi yg luka ini. Minyak yang diberikan melambangkan urapan dan Anggur melambangkan berkat. ( Lukas 10:30-35)
  3. Yesus berkata : Barangsiapa terbesar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. (Matius 23:11)
  4. Dalam melakukan tugas pelayanan, lakukan dengan sukacita, cinta dan tulus hati, jangan seperti Marta yang melayani Tuhan tetapi penuh dengan rasa kesal, ngomel dan kuatir. (Lukas 10:40-41)
  5. Tuhan Yesus berkata: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima. (Kisah Para Rasul 20:35)
  6. Jangan pernah takut dalam memberi, semakin kita memberi, maka kita juga akan diberi oleh Tuhan (Lukas 6:38). Contoh kisah nyata Johnny Bobbit seorang homeless di Philadelphia yang membantu Kate McClure yang kehabisan bensin mobilnya saat ditempat yang tidak aman lingkungannya. Bobbit dengan uang $20 terakhirnya dia belikan bensin dan isikan ke tangki mobilnya Kate. Balasan dari Kate kepada Bobbit, kembalikan uang $20 dan mendirikan GoFundMe untuk membantu Bobbit hidup normal kembali. Dan dana dari GoFundMe terkumpul melebihi targetnya Kate.

Ada beberapa tingkatan dalam memberi:

  1. Ada yang karena kewajiban /tradisi: membayar tax, memberi persepuluhan, memberi angpao untuk tradisi orang cina.
  2. Memberi karena hati yang ingin memberi, karena dengan memberi akan merasa bahagia, merasakan kasih dan semua rasa bahagia ini tidak bisa dibeli dengan uang.
  3. Lingkungan yang mempengaruhi manusia untuk memberi. Dengan memberi akan merasakan sukacita yang membawa berkat. (2 Korintus 9:6-8)

Untuk saya pribadi, setiap pagi bangun dari tidur dan masih diberi nafas adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada saya untuk bisa melakukan hal yg baik untuk orang disekitar saya, dan orang lain yang membutuhkan saya sebagai extra hand mereka. Dan saya bersyukur karena kita diciptakan sesuai dengan image Tuhan kita yang murah hati, sehingga kita yang menjadi anak-anakNya pun harus murah hati seperti Bapa kita. Supaya hidup kita menjadi berkat untuk orang lain.

Always I remember that my heavenly Father gives me everything I have and need, it’s make me easier to share and give to others. And giving freely and fearlessly can show our confidence in the care of our loving Father, the ultimate generous giver.

God bless

by Lili Bong (Sel 12 Pasutri Beta)