Menu Close

Have you been merciful in this Year of Mercy?

Tahun Yubelium Luar Biasa Kerahiman Ilahi (Extraordinary Jubilee Year of Mercy) yang ditetapkan oleh Paus Fransiskus berlangsung dari 8 Desember 2015 bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (Solemnity of the Immaculate Conception) sampai dengan 20 November 2016 bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam (Solemnity of Christ the King). Ada beberapa fakta yang perlu diketahui, dari sejarah Gereja Katolik, Tahun Yubelium itu biasanya diadakan setiap 25 atau 50 tahun sekali sebagai kesempatan untuk mengenang dan merayakan penyertaan dan kemurahan Tuhan pada umatnya. Tahun Yubelium yang sekarang ini menjadi luar biasa karena tidak mengikuti siklus dari tahun-tahun sebelumnya. Paus Fransiskus mengambil tema Kerahiman Ilahi (GodÕs Mercy) sebagai fokus dalam Tahun Yubelium ini karena beliau sangat meyakini bahwa dunia sekarang membutuhkan kemurahan dan belas kasihan Tuhan. Tujuan dari Tahun Yubelium Luar Biasa Kerahiman Ilahi adalah supaya banyak orang mengalami kasih Tuhan yang nyata dalam hidup mereka. Kasih Tuhan yang menawarkan pengampunan, pemulihan, memberi kekuatan, dan mengubahkan. Harapan Paus Fransiskus adalah supaya banyak orang kembali menemukan Tuhan, mengalami kasihNya dan menjadi saluran belas kasih buat orang-orang di sekitar mereka, terutama orang-orang terbuang.

Wujud dari karya Tahun Kerahiman Ilahi ini adalah lewat karya-karya belas kasih jasmani (Corporal Work of Mercy), seperti dan karya-karya belas kasih rohani (Spiritual Work of Mercy). Karya-karya belas kasih jasmani adalah 1) Memberi makan kepada yang lapar, 2) Memberi minum kepada yang haus, 3) Memberi tumpangan kepada tunawisma, 4) Mengenakan pakaian kepada yang telanjang, 5) Mengunjungi orang miskin, 6) Mengunjungi orang tahanan, 7) Menguburkan orang mati. Sedangkan karya-karya belas kasih rohani adalah 1) Mengajar, 2) Memberi nasehat, 3) Menghibur, 4) Membesarkan hati, 5) Mengampuni, 6) Menanggung derita dengan sabar hati, 7) Mendoakan mereka yang hidup dan mati.

Sejujurnya, saya merasa guilty karena merasa belum memanfaatkan Tahun Yubelium Luar Biasa Kerahiman Ilahi dengan sebaik-baiknya apalagi dengan mengetahui bahwa sebentar lagi Tahun Kerahiman Ilahi ini akan berakhir. Saya merefleksikan apa yang telah saya lakukan ataupun alami dalam setahun yang hampir berlalu. Syukur kepada Allah dalam setahun kemarin saya merasakan jamahan kasih Tuhan dalam hidup saya. Namun, saya sadar bahwa saya masih bisa berusaha lebih giat lagi untuk menjadi saluran belas kasih Tuhan bagi sesama lewat perbuatan serta perkataan seperti yang dituliskan di atas.

Saya juga sadar bahwa meskipun Tahun Yubelium Luar Biasa Kerahiman Ilahi ini akan berakhir, tapi kasih karunia dan pengampunan yang Allah tawarkan itu tidak akan pernah habis dan akan selalu tersedia bagi setiap anak-anak Tuhan dan semua orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Jadi, bagi kita semua masih belum terlambat untuk berbuat sesuatu sekarang menjelang penutupan Tahun Kerahiman Ilahi ini. Tidak hanya itu, tapi bahkan meskipun Tahun Kerahiman Ilahi selesai, kita terus dipanggil untuk menjadi alat kemuliaan Tuhan sampai saatnya Dia memanggil kita kembali.

Jika demikian, apa yang bisa kita dilakukan? Saya mau bagikan beberapa pertanyaan berikut untuk membantu setiap kita agar dapat mengambil tindakan yang konkrit untuk mengalami dan mewujudkan belas kasih Tuhan. Semoga rahmat kasih karunia Allah memampukan kita untuk menjadi Òpintu hidupÓ agar banyak orang mengalami kasih Allah lewat hidup kita.

Posted in Renungan Singkat