Prayer Meeting – More Than Conquerors

Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Conquer berarti kita “control, master, subdue, repress, prevail over”. Dalam hidup kita, kita menghadapi berbagai macam persoalan apapun itu bentuknya. Namun apapun masalah kita, Tuhan dengan kasihNya telah menjadikan kita lebih dari pemenang atas masalah-masalah itu. Lantas, apa sajakah langkah-langkah yang harus kita ambil dalam menyikapi segala tantangan dan masalah hidup tersebut?

Calm (Mazmur 46:10 Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi)

Sering di saat kita merasa hidup kita goncang, Tuhan hanya meminta kita untuk diam, tenang, dan percaya bahwa Dia adalah Allah yang akan selalu menyertai kita selalu.

Ora et labora (Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati)

Selain kita harus berdoa, kita juga harus berusaha karena seperti kita ketahui iman tanpa perbuatan itu adalah mati. Pernyataan ora et labora sungguh nyata dalam kehidupan para biarawan Benedictine. Santo Benediktus mengajarkan selain pentingnya berdoa sebanyak tujuh kali sehari dan sekali di malam hari, sisa waktu mereka juga dipakai untuk bekerja keras dalam rangka membentuk komunitas yang mandiri.

Never give up (2 Tawarikh 15:7 Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu)

Raja Asa adalah raja Yehuda pertama yang membersihkan patung-patung berhala dari Israel dan Yehuda. Dia juga mempunyai riwayat pemerintahan yang panjang, 41 tahun melebihi Daud dan Salomo. Asa dikenal pantang menyerah dalam membawa bangsa Yehuda kembali memuja Allah nenek moyang mereka. Bahkan, dia berani memecat neneknya sendiri dari jabatan ibu suri karena membuat patung Asyera. Kisah Raja Asa ini mengajarkan kita untuk pantang menyerah dalam menghadapi tantangan hidup dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan, karena kita percaya bahwa segala hal baik yang kita kerjakan akan mendapatkan reward dari Tuhan sendiri.

Question (Mazmur 32:8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu)

Saat kita menghadapi suatu tantangan, Tuhan selalu mau mengajarkan kita sesuatu hal. Tugas kita adalah selalu mau mencari tahu kehendakNya. Caranya adalah kita harus mau menenangkan hati dan mencari Tuhan. Pada saat itu mata kita akan bertatap tatapan dengan mata Tuhan dan situlah Tuhan akan menunjukkan jalanNya kepada kita.

Unusual

Jalan-jalan dan cara-cara yang Tuhan lakukan dan Dia mau kita kerjakan kadang-kadang tidak masuk akal. Tapi itulah rencana Tuhan. Cara-cara Dia menyelesaikan sebuah masalah mungkin terdengar tidak masuk akal, tapi di sinilah kita diminta untuk percaya. Tuhan menyembuhkan mata orang buta dengan tanah dan ludah. Tuhan juga meminta Nabi Nuh untuk membangun bahtera untuk lepas dari air bah. Pun Tuhan meminta Petrus keluar dari perahu dan berjalan di atas air untuk membuatnya percaya.

Expect (Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat)

Apapun yang kita doakan dan kita harapkan, kita mau percaya kalau kita sudah menerimanya. Seperti dalam kitab Ibrani, iman adalah confidence dari apa yang kita harapkan dan assurance dari apa yang tidak kita lihat. Dengan pengakuan sebagai orang-orang beriman, otomatis kita pun dituntut untuk yakin bahwa apa yang kita harapkan sudah kita terima.

Rise

Akan ada waktu di mana kita terus menerus jatuh dan mempertanyakan iman kita. Tapi di sini kita mau untuk terus bangkit dan berjuang karena kita percaya bahwa Tuhan berperang bersama-sama dengan kita, sehingga tujuan akhirnya adalah kita dapat menjadi serupa dengan Kristus.

Conclusion

Seperti Yesus yang menderita sengsara, kita mungkin juga sering dicondemned walaupun kita tidak bersalah, kita jatuh berkali-kali, kita harus meninggalkan orang-orang yang kita kasihi, kita ditikam, maupun disiksa. Tapi Yesus tahu dan Dia selalu menjadi teman seperjalanan kita sampai pada akhirnya kita mencapai tujuan akhir kita. Karena kasihNya itulah, kita akhirnya keluar lagi menjadi lebih dari seorang pemenang.

(Summarised by Vito Oentoro)