Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 13 Desember 2015

Zef 3:14-18a
MT Yes 12:2-6
Flp: 4:4-7
Luk 3:10-18

AKU PERCAYA

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. – Flp 4:6

Relasi saya dengan suami bukan tanpa konflik. Ada kalanya kami bertengkar hebat dimana kami beradu mengambil nada paling tinggi. Namun pada akhirnya, kami bisa menyelesaikan setiap konflik yang terjadi sehingga relasi di antara kami tetap terjaga dan rasa saling percaya di antara kami tidak menjadi rusak.

Rasa percaya yang terbangun sangat berarti dan mempunyai peranan yang sangat besar dalam suatu relasi. Hal itu akan lebih mudah terlihat ketika kita mengalami suatu masalah atau pergumulan dan membutuhkan seseorang yang kita percaya untuk bercerita dan mengungkapkan perasaan tanpa takut dihakimi, atau meminta pendapat dan menyatakan pendapat kita tanpa takut dinilai. Sebaliknya, apapun yang orang tersebut katakan, kita akan percaya dan tahu bahwa perkataannya dapat dipegang.

Saya percaya, itu juga esensi dari relasi kita dengan Tuhan. Ketika kita mempunyai relasi yang dekat dengan Tuhan dan relasi itu membangun rasa percaya dalam diri kita terhadap Tuhan, maka apapun yang Tuhan katakan, akan menjadi suatu janji yang kita pegang. Karena kita tahu persis siapa Tuhan kita.

Jika kita mengenal Tuhan dengan baik dan benar, ketika Ia mengatakan jangan kuatir terhadap apapun juga, kita akan mampu mempercayai dan mengimani pernyataan itu karena kita tahu Tuhan tidak akan tinggal diam. Tuhan tahu apa yang kita alami dan Ia pasti akan turut berkarya di dalamnya.

Jadi, ketika kita merasa mulai ragu akan perkataan dan janji Tuhan, mungkin kita perlu melihat sejenak, bagaimana relasi kita de-ngan Tuhan saat itu? (Jc)

Benarkah ketika saya mulai ragu terhadap Tuhan,ternyata relasi saya dengan Tuhan sedang tidak “beres”?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *